ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan pertama yang dikonsumsi oleh setiap manusia pada masa awal kehidupan. Tetapi setiap anak memiliki takaran yang seharusnya didapatkan menyesuaikan umurnya. Berikut adalah takaran ASI yang sesuai dengan usia bayi:

Bayi Baru Lahir

Ø Usia 24 jam, bayi biasanya membutuhkan ASI di takaran 5—7 ml

Ø Usia 3—5 hari, sudah melebihi takar dari usia sebelumnya, sekitar 22—27 ml

 

Usia 1—6 Bulan

Bayi sangat bergantung pada ASI hingga usia 6 bulan. Di umur segini, biasanya sudah mulai rutin untuk meminum asi, berikut takaran sesuai umurnya:

Ø Usia 1—2 bulan, membutuhkan takaran 120—150 ml per menyusu (setiap 3—4 jam).

Ø Usia 3—4 bulan, membutuhkan sekitar 120—180 ml per menyusu.

Ø Usia 5—6 bulan, maksimal 240 ml per menyusu (setiap 4—5 jam).

 

Usia 6—8 Bulan

Frekuensi kebutuhan ASI menurun secara bertahap saat bayi berusia 6 bulan ke atas. Biasanya di umur ini orang tua sudah menyelingi dengan susu formula sesuai kebutuhan si kecil dan dengan anjuran dokter anak.

 

Pastikan ASI disiapkan sesuai kebutuhan bayi Anda. Jika produksi ASI Anda kurang, berikut beberapa langkah yang dapat Anda coba:

1. Sering Menyusui

Sering menyusui dapat merangsang produksi ASI. Cobalah untuk menyusui bayi setidaknya 8—12 kali sehari. Dengan terangsangnya kelenjar asi, akan membuat kelenjar memproduski asi dengan baik.

 

2. Pijat Payudara

Lakukan pijatan lembut pada payudara sebelum dan selama menyusui. Ini dapat membantu meningkatkan aliran ASI. Dengan pijatan juga bisa membantu melancarkan kelenjar yang tersumpat karena asi yang tergumpal didalamnya.

 

3. Istirahat Cukup

Istirahat yang cukup membantu tubuh memproduksi ASI dengan baik. Cobalah tidur dan beristirahat sesuai kebutuhan. Jika merasa tak memiliki waktu, Anda bisa ikut tidur saat si kecil juga sudah tidur. Dengan begitu, akan memastikan Anda bisa beristirahat dengan cukup.

 

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, terutama yang mengandung zat besi dan protein. Anda juga bisa mengonsumsi booster untuk pelancar asi.

 

5. Minum Air Putih

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI. Pastikan Anda minum air putih yang cukup.

 

6. Konsultasi dengan Ahli Gizi atau Dokter

Jika produksi ASI tetap rendah, konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter. Mereka dapat memberikan saran lebih lanjut dan memastikan kesehatan Anda dan bayi.

 

Tetapi berbeda lagi dengan bayi yang menolak saat diberi ASI, berikut beberapa langkah yang dapat Anda coba:

1. Periksa Posisi Menyusui

Pastikan posisi menyusui nyaman bagi bayi dan ibu. Cobalah berbagai posisi hingga menemukan yang paling cocok. Bisa saja si bayi menolak disusui karena posisinya yang tak nyaman, bisa karena panas atau posisi tubuhnya tak benar.

 

2. Cari Lingkungan yang Tenang

Hindari gangguan dan kebisingan saat menyusui. Bayi lebih suka lingkungan yang tenang. Sekarang sudah banyak tempat umum yang sudah menyediakan ruangan khusus untuk ibu dan bayi saat menyusui.

 

3. Kulit ke Kulit

Cobalah metode kulit ke kulit dengan meletakkan bayi di dada tanpa pakaian. Ini dapat membantu merangsang hasrat menyusuinya. Biasanya bayi akan lebih tenang saat ia bisa mendengar detak jantung ibunya secara langsung, dan dengan memberinya sentuhan langsung akan membuat si kecil lebih tenang saat menyusu.

 

4. Coba Berbeda Waktu

Beberapa bayi lebih suka menyusu pada waktu tertentu. Cobalah menyusui pada waktu yang berbeda. Jangan terlalu sering memberinya susu, beri jarak setiap menyusui. Jika anak tetap rewel, pastikan kondisi badannya nyaman, dengan rewel itu belum pasti karena ia lapar atau haus.

 

5. Konsultasi dengan Ahli Laktasi

Jika masalah berlanjut, konsultasikan dengan ahli laktasi. Mereka dapat memberikan saran khusus dan membantu mengatasi masalah.

 

Tak sedikit dari para Ibu yang dapat memproduksi ASI dengan sangat cepat dalam jumlah yang banyak. Maka banyak dari para Ibu memutuskan untuk memakai pompa asi dan meletakkan ASI nya ke daam kantong ASI yang bertujuan supaya ASI tak rembes dan terbuang sia-sia. Berikut adalah beberapa langkah untuk menggunakan pompa ASI yang benar:

  • Persiapan

Pastikan Anda berada dalam posisi yang nyaman. Kompres payudara dengan handuk hangat dan pijat searah menuju puting susu.

 

  • Pasang Pompa

Letakkan corong pompa ASI tepat pada puting payudara. Nyalakan mesin pompa jika menggunakan pompa elektrik, atau gerakkan tuas pompa secara perlahan jika menggunakan pompa manual.

 

  • Memompa ASI

Saat memompa, tangan yang satu memegang pompa, dan tangan lain menopang payudara. Gerakkan pompa dengan ritme seperti isapan bayi saat menyusui.

 

Ingatlah bahwa setiap bayi unik, dan mungkin diperlukan beberapa percobaan untuk menemukan cara yang tepat. Tetap sabar dan dukung bayi Anda selama proses ini. Ingatlah bahwa setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda dalam produksi ASI. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Memerlukan pompa asi untuk harian atau untuk bepergian? Atau Anda sedang bepergian tetapi lupa tuk membawa pompa asi Anda? Sewa di Haidee Rental saja yuk! Dengan harga yang murah, Anda bisa mendapatkan pompa asi yang setara dengan membeli yang baru. Anda dapat menghubungi admin Haidee Rental menyesuaikan posisi terdekat Anda. Haidee Rental sekarang sudah ada di 6 cabang, yaitu Jogja, Bali, Solo, Malang, Purwokerto dan Magelang. Yuk hubungi admin Haidee Rental cabang terdekatmu sekarang juga!


Tag : asi, pompa asi, bayi, anak-anak, menyusui