- by Admin
Skuter atau otoped anak merupakan sebuah papan dengan kemudi dan dilengkapi roda. Selain sebagai alat bermain, skuter juga bisa digunakan sebagai alat transportasi anak-anak. Saat ini, skuter sudah bisa digunakan oleh anak-anak mulai usia 2 tahun ke atas.
Skuter dan otoped sebenarnya tidak sama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, skuter diartikan sebagai kendaraan bermotor yang memiliki dua roda. Sementara itu, otoped atau otopet adalah sebuah papan yang memiliki roda yang digerakkan dengan kaki.
Namun, di Indonesia, kedua benda tersebut dianggap sama. Keduanya diartikan sebagai papan dengan roda dan setang. Sebagian besar orang Indonesia justru lebih familier menyebut otopet dengan skuter atau scooter. Saat ini, skuter anak sudah banyak macamnya, mulai dari skuter listrik, manual, hingga injak. Beberapa produk juga dirancang untuk anak kecil, bahkan mulai usia 1,5 dan 2 tahun.
Manfaat Bermain Skuter untuk Anak
Bermain skuter bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Berikut adalah beberapa manfaat bermain skuter:
Ø Melatih Keseimbangan
Saat naik skuter, anak-anak belajar untuk berdiri dengan satu kaki dan menyeimbangkan tubuh agar tidak terjatuh.
Ø Meningkatkan Kemampuan Motorik
Bermain skuter melibatkan tangan dan kaki yang bekerja secara aktif. Anak perlu menyeimbangkan tubuh dan mengarahkan skuter menggunakan stang. Semua gerakan ini membantu melatih kemampuan motorik secara perlahan.
Ø Menguatkan Otot
Mengayuh skuter dengan kaki dan menyeimbangkan tubuh melibatkan otot kaki, paha, perut, dan lengan. Bermain skuter secara teratur dapat memperkuat dan melatih otot tubuh anak.
Ø Melatih Koordinasi
Mengendarai skuter memerlukan koordinasi yang baik antara otak dan tubuh. Anak perlu memperhatikan arah, kecepatan, dan kestabilan tubuhnya.
Ø Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi
Anak dapat berinteraksi dengan teman sebayanya saat bermain skuter dalam kelompok yang memiliki minat yang sama.
Ø Menyehatkan Tubuh
Bermain skuter termasuk aktivitas olahraga yang melatih pernapasan dan mengatur pernapasan dengan baik.
Ø Melatih Kemampuan Pengambilan Keputusan
Anak belajar mengambil keputusan, seperti kapan harus berhenti, terus jalan, atau berbelok saat bermain skuter.
Cara memilih skuter anak
Dari segi desain dan fitur, skuter anak sudah berkembang sangat pesat. Agar Anda mendapatkan produk terbaik, berikut ini rincian poin-poin penting yang harus diperhatikan saat hendak membeli atau menyewanya.
1. Untuk bermain di rumah, pilih skuter roda tiga yang lebih stabil
Banyak orang tua yang ingin membeli skuter sebagai mainan untuk anak balita. Jika demikian, utamakanlah skuter anak yang dilengkapi 3 roda. Desain roda tiga membuat skuter lebih seimbang sehingga si kecil mudah berdiri di atasnya tanpa khawatir terjatuh. Kelemahannya, skuter anak roda 3 cenderung kaku sehingga agak sulit untuk melakukan belokan kecil.
Untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar anak, Anda bisa memilih skuter dengan 2 roda. Setang pada skuter ini lebih mudah dikendalikan dan lebih fleksibel saat dipakai berbelok. Pemakaian skuter anak roda 2 juga cenderung lebih lama karena anak tidak mudah bosan memainkannya. Jenis skuter ini kami rekomendasikan untuk anak usia 6 tahun ke atas.
2. Gunakan skuter listrik atau skuter injak untuk dijadikan sarana transportasi
Skuter menjadi sarana yang menyenangkan untuk bersenang-senang. Namun, skuter bisa terasa melelahkan jika dijadikan sarana transportasi. Anak akan cepat lelah jika harus terus mengayunkan kakinya, apalagi kalau jalanannya kurang rata atau menanjak. Sebagai solusinya, Anda bisa membelikan skuter tipe listrik atau tipe injak untuk anak.
Kedua tipe tersebut bersahabat untuk penggunaan jarak jauh dan intensitas tinggi. Efektivitasnya hampir serupa dengan sepeda, tetapi lebih simpel. Untuk menjalankan skuter listrik, anak hanya perlu menekan atau menginjak sebuah tombol. Skuter tipe ini juga masih dapat digunakan secara manual saat baterainya habis. Kecepatannya pun bisa mencapai 25 km/jam.
Sementara itu, mekanisme skuter injak mirip sepeda. Skuternya perlu dikayuh agar berjalan. Namun, cara mengayuhnya tidak sama dengan sepeda. Kedua pedal terletak pada papan skuternya. Injak saja secara bergantian untuk membuat skuter berjalan.
3. Agar bisa digunakan untuk jangka panjang, utamakan setang yang bisa diatur ketinggiannya
Skuter memiliki berbagai ukuran untuk disesuaikan dengan ukuran tubuh penggunanya. Bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan, ukuran skuter harus diperhatikan agar anak nyaman mengendarainya. Karena itu, Anda sebaiknya memilih skuter yang pegangan atau setangnya bisa disetel dalam berbagai ketinggian.
Skuter anak dengan setang yang bisa diatur ketinggiannya akan memudahkan anak dalam menyeimbangkan diri saat berkendara. Selain itu, skuter dengan handle bar yang fleksibel bisa digunakan dalam jangka panjang. Saat anak bertambah tinggi, Anda tak perlu repot-repot membeli skuter baru. Anak-anak bisa berbagi skuter dengan saudaranya.
4. Untuk penggunaan outdoor, pastikan bobotnya 3 kg ke atas agar stabil di jalanan
Di jalanan yang tidak rata, skuter bisa menjadi tidak stabil dan berpotensi membuat anak Anda terjatuh. Jika jalanan di sekitar hunian Anda kurang rata, carilah skuter anak yang bobotnya lebih dari 3 kilogram.
Bobot yang berat akan meningkatkan stabilitas skuter sehingga tidak mudah oleng saat melewati jalanan yang tidak rata. Sementara itu, bobot yang terlalu ringan akan membuat skuter mudah goyang, sekalipun anak-anak hanya berganti posisi saat mengendarainya.
5. Cari skuter dengan rem tangan supaya lebih mudah dijangkau anak
Salah satu poin penting yang harus diperhatikan sebelum membeli skuter anak adalah rem. Ada dua tipe rem pada skuter anak yaitu:
- Rem kaki
Rem ini berada di atas roda belakang skuter dan digunakan dengan cara diinjak. Kelebihan rem kaki adalah tidak akan membuat skuter terpental ke depan. Sayangnya, jika pijakan terlalu lemah, skuter tidak akan langsung berhenti, melainkan hanya melambat saja.
- Rem tangan
Rem ini terpasang di bagian setang layaknya rem sepeda motor sehingga mudah dijangkau. Saat rem ditarik, skuter bisa langsung berhenti dengan sempurna. Namun, menggunakan rem tangan saat skuter dalam kecepatan tinggi berisiko membuatnya terpental.
Demi keamanan ganda, Anda bisa memilih produk yang dilengkapi rem tangan dan kaki sekaligus. Tersedia juga sukter yang tidak dilengkapi rem. Produk ini dapat dihentikan secara manual menggunakan kaki. Skuter dengan rem manual biasanya tidak dapat melaju kencang sehingga lebih aman untuk anak yang baru belajar mengendarainya.
6. Mau dibawa bepergian? Pertimbangkan produk yang bisa dilipat
Selain lima poin di atas, pertimbangkan juga portabilitas skuter. Dalam hal ini, utamakanlah skuter yang bodinya bisa dilipat (foldable). Mekanismenya beragam, ada yang setangnya bisa dilipat, ada juga yang setangnya bisa dilepas.
Skuter yang bisa dilipat dapat diangkat dengan satu tangan sekaligus mudah disimpan. Anda pun bisa menyimpan skuter dengan rapi di dalam rumah maupun di mobil saat hendak dibawa bepergian.
Jadi, jika Anda memiliki anak yang suka bermain skuter, biarkan mereka menikmati manfaat positif dari aktivitas ini, pastikan scooter yang digunakan si kecil sesuai dengan berat dan umur si kecil ya Moms. Sewa di Haidee Rental saja yuk! Dengan menyewa, akan mengurangi menumpuknya barang di gudang karena si kecil yang mudah bosan dengan mainan yang ia punya. Yuk sewa sekarang juga, hubungi admin Haidee Rental yuk!
Tag : scooter, otopad, sepeda, scooter manual, scooter listrik