- by Admin
Nebulizer adalah alat yang kerap digunakan untuk seseorang yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma dan sejenisnya. Nebulizer merupakan alat yang berupa mesin kecil dan berguna untuk menciptakan kabut dari obat cair. Hal ini memungkinkan penyerapan obat ke dalam paru-paru lebih cepat dan lebih mudah untuk dilakukan.
Alat ini mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap untuk dihirup. Pengobatan yang memanfaatkan alat ini biasanya diberikan kepada penderita gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), saat mengalami sesak napas. Salah satu pengobatan gangguan pernapasan atau penyakit paru adalah dengan menggunakan obat yang dihirup. Pemberian obat hirup ini bisa melalui inhaler atau nebulizer.
Alat ini tersedia dalam dua versi, yaitu listrik dan portabel. Pada jenis pertama, ukurannya lebih besar dan harus mencolokkannya ke stopkontak atau arus listrik. Sebab, kebutuhan listriknya cukup besar, sehingga tidak bisa hanya menggunakan tenaga pada baterai.
Adapun, untuk jenis portabel, bisa menggunakan baterai atau hanya mencolokkannya ke stop kontak mobil. Beberapa jenis yang portabel berukuran kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam tas untuk dibawa saat bepergian dan kemana saja.
Kedua versi nebulizer tersebut terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
- Tempat yang menampung kompresor udara
- Wadah kecil untuk meletakkan obat cair
- Tabung yang menghubungkan kompresor udara ke wadah obat
- Terdapat corong atau masker untuk menghirup uap yang dihasilkan
Untuk mendapatkan alat ini mungkin membutuhkan resep dari dokter atau pihak medis lainnya. Pilihan lainnya adalah menempatkan perawatan pernapasan di tempat praktik dokter yang menangani tersebut.
Perbedaan nebulizer dengan inhaler ada pada cara kerja alatnya. Nebulizer tidak menyemprotkan obat, melainkan mengubahnya menjadi uap dari cairan sehingga obat mudah masuk ke paru-paru. Alat ini biasanya digunakan bila dibutuhkan dosis hirup yang lebih tinggi atau bila penderita gangguan pernapasan mengalami kesulitan menggunakan inhaler, misalnya anak-anak yang mengalami sesak napas karena asma.
Penyakit yang dapat ditangani dengan Nebulizer
Nebulizer memang umumnya digunakan untuk meredakan gejala asma. Namun, alat ini juga dapat digunakan untuk menangani penyakit lain, seperti:
1. Penyakit paru obstruktif kronis
Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah kondisi ketika paru-paru mengalami peradangan jangka panjang. Peradangan ini membuat aliran udara dalam saluran pernapasan terhambat sehingga menimbulkan gejala berupa batuk, sesak napas, dan mengi.
Penyakit PPOK bisa disebabkan oleh paparan polusi dan asap rokok terus-menerus dalam jangka waktu lama.
2. Croup
Croup merupakan penyakit yang menyerang pita suara dan tenggorokan akibat infeksi virus. Penyakit ini sering diderita oleh anak usia 6 bulan sampai 3 tahun. Gejala yang dapat dialami anak dengan kondisi ini meliputi demam, suara serak, napas berbunyi, serta batuk bersuara keras dan kasar.
3. Epiglotitis
Epiglotitis adalah pembengkakan pada epiglotis, yaitu tulang rawan di pangkal lidah yang berfungsi sebagai katup penutup saluran pernapasan ketika Anda makan atau minum.
Epiglotitis umumnya disebabkan infeksi bakteri atau virus dan cedera pada tenggorokan. Gejala dari kondisi ini biasanya berupa demam tinggi, suara serak, tenggorokan sakit, sulit dan nyeri saat menelan, hingga sesak napas.
4. Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru yang membuat organ tersebut meradang. Penyebabnya bisa virus, bakteri, atau jamur. Gejala pneumonia meliputi batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, lemas, demam, dan terkadang disertai mual, muntah, atau linglung.
Seseorang lebih berisiko menderita pneumonia jika sedang dirawat di rumah sakit, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, merokok, atau menderita penyakit tertentu seperti stroke, diabetes, penyakit jantung, dan PPOK.
Cara Kerja Alat Nebulizer
Alat ini digunakan dengan meletakkan obat cair pada udara bertekanan. Mereka yang mengidap asma, nebulizer dan inhaler bisa digunakan untuk mencegah kambuh.
Namun, nebulizer lebih mudah untuk digunakan, terutama pada anak kecil yang kesulitan menggunakan inhaler. Meski begitu, inhaler adalah pilihan terbaik saat serangan asma terjadi secara tiba-tiba, sebab nebulizer butuh waktu untuk dipasang
Beberapa obat yang digunakan pada alat nebulizer, antara lain adalah:
- Bronkodilator, obat untuk membantu membuka jalan napas
- Larutan salin, obat untuk membantu memecah lendir paru-paru
- Antibiotik, obat untuk membantu dalam mengobati atau mencegah infeksi
Dokter akan menentukan obat yang perlu dikonsumsi melalui alat tersebut. Terdapat alat khusu yang digunakan untuk melatakkan obat cair tersbut, agar uapnya bisa diisap. Dengan begitu, masalah yang ada bisa lebih baik atau bahkan bisa terobati.
Cara Menggunakan Nebulizer
Sebelum menggunakannya, dokter atau perawat akan menjelaskan cara pakainya dan emnjawab pertanyaan yang ada. Setiap alat ini mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam hal pengoperasiannya. Sangat penting untuk membaca instruksi dari perangkatnya dan untuk dosisnya harus sesuai dengan resep dari dokter.
Langkah penggunaan nebulizer secara umum, yaitu:
- Awali dengan cuci tangan
- Tambahkan obat ke dalam cangkirnya, sesuai dengan resep dokter
- Pasang semua bagian sesuai dengan instruksi
- Nyalakan nebulizer, bisa dengan mencolok listrik terlebih dahulu atau lainnya
- Saat digunakan, pegang corong dan cangkir obat, agar diuap seluruhnya
- Ambil napas lambat dan dalam melalui corong, hirup semua obatnya
- Matikan mesin jika sudah selesai
- Cuci cangkir obat dan corong dengan air kemudian keringkan
Selain itu, nebulizer juga perlu disterilkan setiap seminggu sekali. Cara mensterilkan nebulizer, yaitu:
- Lepaskan cangkir nebulizer dan corong mulut.
- Rendam alat dalam alkohol 70%. Anda juga bisa menggunakan air yang telah dicampur cuka.
- Biarkan alat terendam dalam alkohol selama 5 menit atau dalam campuran air dengan cuka selama 30 menit.
- Setelah itu, bilas alat dengan air bersih yang mengalir, letakkan di tempat yang bersih dan bebas debu, lalu biarkan mengering.
- Jika dokter menganjurkan untuk merebus beberapa bagian alat sebagai langkah disinfeksi, lakukan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan alat.
- Sama seperti ketika melakukan pembersihan harian, jangan simpan nebulizer sebelum alat kering sepenuhnya.
Ketika menyimpannya, tutupi nebulizer dengan kain kering dan bersih. Hindari meletakkan alat tersebut di lantai, baik saat akan digunakan atau tidak. Sementara untuk obat, simpanlah obat yang digunakan pada nebulizer di tempat yang sejuk dan kering.
Ikuti semua langkah tersebut, diharapkan semua manfaat dari obat tersebut bisa diaplikasikan dengan baik. Dengan begitu, masalah yang ada bisa menjadi lebih baik atau bahkan bisa terobati. Itulah beberapa pembahasan mengenai fungsi dari nebulizer, alat untuk menghantarkan obat masuk ke tubuh melalui uap. Seseorang dengan maslaah pernapasan umumnya menggunakan alat ini untuk pengobatan.
Jika Anda mengalami penyakit kronis, dan memerlukan alat ini di rumah sebagai persiapan kapanpun. Anda bisa menyewanya di Haidee Rental sekarang. Dengan harga yang terjangkau, dan saat Anda sudah tidak memerlukannya, Anda bisa mengembalikan tanpa merasa sayang karena tersimpan sia-sia. Jika Anda membelinya, maka barang tersebut hanya akan tersimpan sia-sia di gudang karena sudah tidak terpakai lagi. Sewa di Haidee Rentak sekarang yuk!
Tag : nebulizer, inhaler, asma, pernapasan, gangguan napas